Dalam sebuah hadist nabi Muhammad saw bersabda
:
“aku memperingatkan kalian untuk
melawanya (Dajjal)” dan tidak ada Nabi yang tidak memperingatkan umatnya untuk
melawannya. Tapi aku akan mengatakan sesuatu yang belum pernah diungkapkan oleh
para Nabi sebelumku. Kalian harus tahu bahwa ia bermata satu dan Allah swt tidak
bermata satu” (shahih bukhari mengutip
perkataan Muhammad Rasulullah Sallalahu alaihi wasalam).
Hampir
semua kalangan sudah meramalkan kedatangan si Mata Satu. Umat Kristiani
menyebutnya dengan sebutan “Anti-Christ”. Meskipun banyak kalangan takut dengan hal itu, tapi tak sedikit juga yang senang dan
mempersiapkan diri selama ribuan tahun untuk menyambut kedatanngannya.
Atau
lebih tepatnya menggelar Alas Petak Catur (Checkered). Kotak
Catur sering digunakan sebagai sarana ritual oleh para kaum penyambut Dajjal
ini, karena bagi mereka Kotak Catur adalah salah satu cara
untuk menyatukan dimensi nyata dan dimensi lain atau bisa disebut dengan
gerbang gaib. Tapi sebenarnya apakah tanda-tanda kemunculan makluk bermata satu
itu.
Simbol mata satu (All-seeing eye) sudah hadir ribuan tahun yang lalu dimuka bumi ini
seperti contohnya simbol Ra yang banyak terdapat pada artefak-artefak Mesir Kuno.
Sejak abad pertengahan, mata satu terdapat dalam simbol-simbol Freemasonry (Perkumpulan Rahasia) yang digunakan
dalam ritual mereka dan bahkan dapat dijumpai sekarang ini dimana saja seperti
di mata uang dolar AS.
Jika
kita memperhatikan dengan jeli mata uang itu, terdapat sebuah Piramida yang diujungnya
terdapat mata satu yang dan dikelilingi dengan tulisan Nuvo Ordo Seclorum yang
pengertiannya itu sendiri yaitu sebuah Tatanan
Dunia Baru yang lebih dikenal New Word Ordo. Jika anda teliti dan jeli, anda akan banyak menemukan
simbol-simbol ini diberbagai tempat. Sebut sajaprogram telivisi Nickelodeon dan program telivisi Indonesia Delik.

Gambar mata satu ini merupakan salah satu
simbol Hieroglyph (aksara Mesir Kuno)
yang artinya Dewa Ra yang berarti Dewa Matahari. Ra merupakan dewa tertinggi
dalam kebudayaan Mesir Kuno karena supermasi kekuasaannya meliputi alam
semesta. Mengapa demkian ? karena mereka menganggap matahari itu adalah pusat
tata surya dan diantara planet-planet lain mataharilah yang paling besar dan
berkuasa. Fir’aun masa lalu menghiba diri mereka terhadap Ra atau Ra-Horakty
(tatkala Ra dan Horus bersatu atau merupakan satu jiwa).
Tanda-tandanya
tidak hanya terbatas dalam illustrasi mata satu, namun juga berupa fisik
bangunan yang dibangun khusus untuk melayani daftar kegiatan si mata satu.
Salah satunya adalah Menara Babel yang dalam bahasa Ibani
adalah Migdal Bavel, serta dalam bahasa Arab disebut Burj
Babil merupakan bangunan raksasa yang dibangun dikota Babilonia.
Menara
Babel didirikan pada masa Kerajaan Babilon, tepatnya dibawah
pemerintahan Raja Namrud. Bangunan itu didirikan sebagai agenda Namrud
untuk mecapai satu pikiran, satu tujuan, satu kesamaan dan satu dibawah
pemerintahannya yaitu tepatnya sebagai
New World Ordo. Bahkan agama
kristiani mengakui hal tersebut dan dikutip dalam kitab mereka : Juga kata
mereka “Marila kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang
puncaknya sampai ke langit dan marilah kita cari nama supaya kita jangan
terserak keseluruh bumi.” (kejadian 11:4). “Itukah sebabya sampai sekarang
nama kota itu disebut Babel, karena disitulah dikacau-balaukan tuhan bahasa
seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan tuhan ke seluruh bumi.”
(kejadian 11:9)
Jika
dimasa lalu Menara Babel adalah simbol supermasi kakuatan jahat, maka kini
kita dapat melihatnya dalam rupa bangunan yang sama percis dengan Menara
Babel yang hadir ribuan tahun lalu. Bangunan Piramida,
bangunan ini juga termasuk sebagai bangunan yang digunaka untuk melayani segala
kepentingan Anti-Christ atau Dajjal. Seperti Piramida Giza di Mesir dan
Chichen Itza yang merupakan produk peradaban bangsa Maya
di Amerika Selatan. Kini bangunan tersebut berada dimana mana dan
membuktikan bahwa sesungguhnya Dajjal berada di sekitar kita.


No comments:
Post a Comment